SMK INFORMATIKA SERANG
—-===[We are the FUTURE]=—-

Jul
07

Setelah berpusing-pusing ria dengan definisi dan terminologi e-Learning, kali ini kita akan membahas komponen e-Learning terutama berhubungan dengan pengembangan sistem Learning Management System (LMS). Sering disebut LMS ini disebut dengan dengan platform e-Learning atau Learning Content Management System (LCMS). Intinya LMS adalah aplikasi yang mengotomasi dan mem-virtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik. Memilih LMS jujur saja gampang-gampang susah, karena banyak faktor yang harus kita perhatikan. Kita bahas yuk gimana teknik memilih LMS yang baik, tentunya yang berbasis open source

LMS secara umum memiliki fitur-fitur standard pembelajaran elektronik antara lain:

Fitur Kelengkapan Belajar Mengajar: Daftar Mata Kuliah dan Kategorinya, Silabus Mata Kuliah, Materi Kuliah (Berbasis Text atau Multimedia), Daftar Referensi atau Bahan Bacaan
Fitur Diskusi dan Komunikasi: Forum Diskusi atau Mailing List, Instant Messenger untuk Komunikasi Realtime, Papan Pengumuman, Porfil dan Kontak Instruktur, File and Directory Sharing
Fitur Ujian dan Penugasan: Ujian Online (Exam), Tugas Mandiri (Assignment), Rapor dan Penilaian
LMS PROPRIETARY DAN OPEN SOURCE

Ok lha terus LMS ini dapatnya dari mana? Instalasinya seperti apa? Dan apakah gratis atau berbayar?

Sabar Seperti juga aplikasi lainnya, LMS ada yang bersifat proprietary software dan ada yang open source. Yang proprietary diantaranya adalah seperti di bawah. Meskipun saya yakin teman-teman sekalian nggak nafsu untuk gunakan

Saba Software (http://www.saba.com) Apex Learning (http://www.apexlearning.com) Blackboard (http://www.blackboard.com) IntraLearn (http://intralearn.com) SAP Enterprise Learning (http://www.sap.com/solutions/business-suite/erp/hcm/learningsolution/index.epx) Sedangkan LMS yang open source diantaranya adalah:

ATutor (http://www.atutor.ca) Dokeos (http://www.dokeos.com) dotLRN (http://dotlrn.org) Freestyle Learning (http://www.freestyle-learning.de) ILIAS (http://www.ilias.uni-koeln.de) LON-CAPA (http://www.lon-capa.org) Moodle (http://moodle.org) OpenACS (http://openacs.org) OpenUSS (http://openuss.sourceforge.net/openuss) Sakai (http://www.sakaiproject.org) Spaghetti Learning (http://www.spaghettilearning.com/) PILIH LMS YANG MANA?

Ok banyak banget daftar aplikasi LMS-nya Harus pilih yang mana nih? Pada hakekatnya pemilihan LMS disesuaikan dengan kebutuhan dan business process yang ada di sekolah dan universitas masing-masing. Yang fiturnya terlalu sederhana mungkin nggak pas untuk sekolah dan universitas yang ingin menerapkan e-Learning secara penuh. Di lain pihak LMS yang kompleks dan fiturnya banyak belum tentu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Beberapa sekolah dan universitas bahkan ada yang tercukupi hanya dengan menggunakan CMS blog semacam wordpress Sekali lagi jangan mengejar teknologi, kejarlah solusi untuk memecahkan masalah yang ada.

Menarik mempelajari hasil penelitian dari Sabine Graf dan Beate List [Graf, 2005] yang dibiayai oleh European Social Fund (ESF) tentang evaluasi dan komparasi LMS berbasis open source. Graf menggunakan satu metode evaluasi produk software bernama QWS (Qualitative Weight and Sum). QWS menghitung bobot (weight) menggunakan enam simbol kualitatif berdasarkan tingkat kepentingannya (importance level). Simbol-simbol kalau diurutkan dari yang paling penting: E (Essential), * (Extremely Valuable), # (Very Valuable), + (Valuable), | (Marginally Valuable), 0 (Not Valuable). QWS memungkinkan kita menetapkan maximum value sendiri, jadi tidak harus “E (Essential)” yang paling tinggi, bisa juga “# (Very Valuable)” misalnya. Sistem pengukuran kualitas software seperti Graf ini adalah berdasarkan “Product” dan bukan “Process“. Oh ya, saya juga pernah membahas masalah pengukuran kualitas software secara lengkap di artikel berjudul “Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak“

Bagian apa saja yang dievaluasi oleh Graf? Ada 8 kategori yang dievaluasi yaitu: Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, Adaptation, Tehnical Aspect, Administration dan Course Management. Masing-masing kategori memiliki subkategori, misalnya di Communication Tools akan dilihat fitur Forum, Char, Mail/Message, Announcements, Conferences, Collaboration, dan Synchronous/Asynchronous Tools. Subkategori lain bisa dilihat dari gambar di bawah.

Ok bagaimana hasilnya? Lengkapnya di gambar dibawah (klik untuk memperbesar). Secara umum Moodle boleh dikatakan merajai kompetisi ini, unggul terutama di kategori Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, dan Adaptation. ILIAS dan Dokeos di urutan kedua dan ketiga, sedangkan urutan keempat adalah Atutor, LON-CAPA, Spaghettilearning dan Open USS. Sakai dan dotLRN ada di posisi terakhir.

Komparasi dan Evaluasi LMS Open Source (Source: [Graf, 2005])

Harus diakui bahwa Moodle termasuk yang terbaik secara kelengkapan fitur dibandingkan dengan software LMS lain. Tercatat lebih dari tiga puluh ribu institusi pendidikan menggunakan Moodle sebagai engine dasar LMS mereka. Termasuk sebagian besar Sekolah dan Universitas di Indonesia menggunakan Moodle. Salah satu yang menarik di Moodle adalah proses customization yang relatif tidak merepotkan, bahkan meskipun kita tidak memahami skill pemrograman dengan baik. Template dan theme yang disediakan Moodle juga banyak, dan mendukung 40 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Fitur “Lesson” Moodle juga menarik dan tidak ada di LMS lain. Fitur “Lesson” ini memungkinkan mengarahkan siswa dan peserta e-Learning diarahkan secara otomatis ke halaman lain sesuai dengan jawaban dari pertanyaan di suatu halaman. Salah satu kendala Moodle adalah penuhnya fitur yang diembed ke Moodle membuat time executionnya jadi tinggi, alias sangat berat dijalankan Kendala kecil lainnya misalnya error blank screen pada saat instalasi seperti yang pernah saya tulis di artikel ini.

Untuk keperluan e-Learning yang high traffic dan tidak memerlukan fitur e-Learning yang kompleks, saya merekomendasikan LMS lain seperti ILIAS, Dokeos atau Atutor. Saya menggunakan Atutor untuk e-Learning Braintutor dan terbukti handal mengelola puluhan ribu user dengan tingkat akses yang sangat tinggi. Atutor juga menarik diterapkan ke e-Learning perusahaan yang lebih mementingkan efisiensi pengaksesan LMS, user-friendly dan pemahaman terhadap bahan ajar daripada fitur chat, forum, tracking pengguna, dsb. Atutor jg termasuk pioneer dalam mengadopsi berbagai standard e-Learning. Disamping mengadopsi standard W3C WCAG, secara pemaketan konten juga memenuhi standard IMS/SCORM Content Packaging Specifications. Sebagai informasi, saat ini Moodle juga sudah mengadopsi standard SCORM di enginenya.

Bagaimanapun juga pilihan akhir ada di kita, pertimbangkan kebutuhan dan kultur sekolah dan universitas kita, sebelum memutuskan LMS mana yang mau dipakai. Ujicoba dengan berbagai LMS menarik dilakukan untuk melihat mana yang menurut kita pas. Tidak semua e-Learning yang saya implementasikan untuk berbagai sekolah, universitas dan perusahaan menggunakan engine Moodle, tapi kadang juga Atutor, ILIAS, Dokeos dan bahkan dotLRN.

STANDARISASI LMS

Dengan semakin banyaknya vendor mengembangkan LMS beserta kontennya, timbul suatu kebutuhan untuk menyusun standard sehingga meningkatkan interoperabilitas dan kerjasama antar vendor. Perjalanan pembuatan standard dalam eLearning sebenarnya sudah dimulai sejak era tahun 1988, dan mulai terimplementasikan dengan baik di era tahun 2000 keatas. Beberapa organisasi dan konsorsium yang mengeluarkan standard dalam dunia eLearning adalah:

Advanced Distributed Learning (ADL) (http://adlnet.org) Aviation Industry CBT Committee (AICC) (http://aicc.org) IEEE Learning Technology Standards Committee (IEEE LTSC) (http://ltsc.ieee.org) IMS Global Consortium (IMS) (http://imsproject.org) Salah satu standard yang diterima banyak pihak adalah yang dikeluarkan ADL, yaitu Shareable Content Object Reference Model (SCORM). Spesifikasi SCORM mengkombinasikan elemen-elemen dari spesifikasi standard yang dikeluarkan oleh IEEE, AICC dan IMS. SCORM memungkinkan pengembang dan penyedia konten eLearning lebih konsisten dan mudah dalam implementasi karena sifat SCORM yang reusable. Standard SCORM berkembang dari versi SCORM 1.0, SCORM 1.1, SCORM 1.2, SCORM 2004. Saat ini sudah banyak Learning Management System (LMS) yang mendukung SCORM, termasuk didalamnya adalah aTutor dan Moodle untuk yang opensource, dan intraLearn untuk produk komersial. Dengan SCORM memungkinkan kita melakukan import dan export konten (bahan ajar) yang sudah kita buat di sebuah LMS ke LMS lain dengan mudah.

REFERENSI

Sabine Graf and Beate List, An Evaluation of Open Source E-Learning Platforms Stressing Adaptation Issues, 2005

Jul
03

NTLDR is missing merupakan salah satu permasalahan umum pada Windows XP, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?, sesuai dengan pesan yang tertulis NTLDR is missing CTRL+Alt+Del to restart……. Permasalahan ini terjadi karena ada salah satu bagian dari windows yang terhapus, baik sengaja maupun tidak disengaja, hilangnya komponen Windows ini juga biasa disebabkan karena adanya perubahan setting, baik, hardisk, maupun power. Solusi yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara menginstal ulang sistem operasi. Atau jika anda ingin program-program aplikasi tidak ikut terbuang, maka anda dapat melakukan repair sistem operasi, untuk melakukan reparasi adalah sebagai berikut:Cara 1:

Set bios komputer anda supaya first boot nya adalah CD drive. (CD ROM)
Masukan CD Installer Windows XP anda dan boot komputer anda.
Tekan sembarang tombol ketika pilihan press anykey to boot from CD, sehingga komputer akan booting dari CD, sehingga akan muncul 3 pilihan , setup, repair dan quit
Tekan huruf R di keyboard anda untuk masuk ke Repair command line.
Apabila ditanyakan system mana yang mau anda perbaiki biasanya ada pilihan nomor 1 C:\Windows seperti itu pilih 1 dan enter.
Nanti anda akan ditanyakan password Administrator komputer anda silahkan di isi dan enter
Setelah berhasil login silahkan copy NTLDR dan NTDETECT.COM dari CD installer anda. Sebelumnya pastikan dulu apa nama drive CD/DVD anda. Semisal hardisk anda dipartisi menjadi 3 (c, d, e), maka CD-ROM adalah F:
Ketik F: [enter]
ketik CD [spasi] i386, sehingga muncul F:\i386>_
ketik Copy [spasi] NTLDR [spasi] C: [ enter]
ketik Copy [spasi] NTDETECT] [spasi] C: [enter]
ketik FIXBOOT [ enter], [enter] sekali lagi,
Restart, masuk BIOS, arahkan booting pertama dengan Hardisk kembali,
Cara 2:

klo mempunyai pc yg masih bener OSnya, jadikan harddisk yg masih bener OSnya ke master dan harddisk yg file ntldrnya hilang ke slave, kemudian tinggal copy-pastekan file ntldrnya, dari harddisk yg masih bener OSnya.
Cara 3:

pake live cd/linux untuk copy-paste file ntldr

Jun
23

Suatu waktu saya ingin mengamankan folder tertentu berisi dokumen yang saya anggap penting dari user atau dari siapapun yang mungkin membuka dan melihat file-file yang ada di komputer saya. Saya mencari program atau software di internet untuk menambahkan password pada folder tersebut agar tidak bisa dibuka oleh orang lain, tetapi saya tidak menemukan software gratis atau freeware yang sesuai kebutuhan saya.

Akhirnya saya menemukan cara mudah menambahkan password ke folder di Windows XP walau bukanlah yang terbaik tetapi bisa memenuhi kebutuhan saya untuk menambahkan proteksi ke file atau folder tertentu secara gratis. Saya kira cara ini akan berguna bagi rekan-rekan pembaca yang memiliki kebutuhan seperti saya.

Cara ini sangat mudah, coba klik gambar berikut:

Anda perhatikan bahwa sebenarnya setiap file Zip dapat kita buka dengan fasilitas dari Windows XP dengan klik kanan kemudian pilih Open with -> Compressed (Zipped) Folders.

Setelah itu Windows XP akan menampilkan window explorer baru yang berisi isi file zip tersebut.

Apabila Anda menampilkan menu File dari window baru tersebut maka akan terlihat ada menu Add password, perhatikan gambar berikut:

Ternyata Windows XP memiliki fasilitas menambahkan password untuk file Zip. Jadi kalau apabila Anda menginginkan proteksi terhadap file atau folder tertentu ya langsung aja dikompresi dulu menjadi file Zip, lalu kita dapat menambahkan password untuk memproteksi secara gratis.

Kok repot yah kita harus melakukan kompresi menjadi Zip dulu? Yah bagaimana lagi… he he kan maunya cara gratis ;D

Ya memang ini bukan cara yang terbaik, tetapi ini cara yang gratis tis tis….

Jun
23

Microsoft dari semenjak pertama berdiri memang aneh, dan itupun diturunkan ke beberapa produknya, sebut saja yang [sebagian besar] anda gunakan sekarang, Windows. Nah, tulisan ini mengungkap 3 fakta [heboh] dari Microsoft, silakan coba kalau tidak percaya.

1. Buatlah folder dengan nama CON. Coba buka, bisa nggak?

2. Buka notepad, ketik ini : Bush hid the facts kemudian simpan dimana saja. Coba buka kembali, apakah tulisannya jadi aneh?

3. Katanya sih Microsoft ditemukan oleh orang brazil. Coba ketik dimicrosoft word, =rand (100,99) dan tekan enter? apa yang terjadi?

Jun
07

5 Bentuk Budaya Guru

Budaya sekolah memiliki bentuk-bentuk budaya tertentu dan salah satunya adalah bentuk budaya guru yang menggambarkan tentang karakeristik pola-pola hubungan guru di sekolah. Hargreaves (1992) telah mengidentifikasi lima bentuk budaya guru, yaitu : Individualism, Balkanization, Contrived Collegiality, Collaboration, dan Moving Mosaic.

Individualism. Budaya dalam bentuk ini ditandai dengan adanya sebagian besar guru bekerja secara sendiri-sendiri (soliter), mereka menjadi tersisolasi dalam ruang kelasnya, dan hanya sedikit kolaborasi, sehingga kesempatan pengembangan profesi melalui diskusi atau sharing dengan yang lain menjadi sangat terbatas.
Balkanization. Bentuk budaya yang kedua ini ditandai dengan adanya sub-sub kelompok secara terpisah yang cenderung saling bersaing dan lebih mementingkan kelompoknya daripada mementingkan sekolah secara keseluruhan. Misalnya, hadirnya kelompok guru senior dan guru junior atau kelompok-kelompok guru berdasarkan mata pelajaran. Pada budaya ini, komunikasi jarang terjadi dan kurang adanya kesinambungan dalam memantau perkembangan perilaku siswa, bahkan cenderung mengabaikannya.
Contrived Collegiality. Bentuk budaya yang ketiga ini sudah terjadi kolaborasi yang ditentukan oleh manajemen, misalnya menentukan prosedur perencanaan bersama, konsultasi dan pengambilan keputusan, serta pandangan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Bentuk budaya ini sangat bermanfaat untuk masa-masa awal dalam membangun hubungan kolaboratif para guru. Kendati demikian, pada buaya ini belum bisa menjamin ketercapaian hasil, karena untuk membangun budaya kolaboratif memang tidak bisa melalui paksaan.
Collaboration. Pada budaya inilah guru dapat memilih secara bebas dan saling mendukung dengan didasari saling percaya dan keterbukaan. Dalam budaya kolaboratif terdapat saling keterpaduan (intermixing) antara kehidupan pribadi dengan tugas-tugas profesional, saling menghargai, dan adanya toleransi atas perbedaan.
Moving Mosaic. Pada model ini sekolah sudah menunjukkan karakteristik seperti apa yang disampaikan oleh Senge (1990) tentang “learning organisation”. Para guru sangat fleksibel dan adaptif, semua guru mengambil peran, bekerja secara kolaboratif dan reflektif, serta memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

sumber www.akhmadsudrajat.co.cc

Jun
04

Ini ada 23 aplikasi bawaan windows yang masih tersembunyi.
cara bukanya, klik start > run
kemudian masukkan nama program yang bercetak tebal dibawah ini :

1. Character Map = charmap.exe
untuk melihat karakter seperti ™©®

2. Disk Cleanup = cleanmgr.exe
untuk cleanup disk

3. Clipboard Viewer = clipbrd.exe
liat apa yang dicopy menggunakan ctrl+C

4. Dr Watson = drwtsn32.exe
Ini buat kalo ada troubleshooting di PC. kayak dokter gitu

5. DirectX diagnosis = dxdiag.exe
ini buat diagnosis audio video card anda

6. Private character editor = eudcedit.exe
Ini untuk buat karakter baru di windows anda

7. IExpress Wizard = iexpress.exe
untuk membuat self extractor. seperti file Zip

8. Microsoft Synchronization Manager = mobsync.exe
Seperti namanya, buat sincronisasi..

9. Windows Media Player 5.1 = mplay32.exe
ini WMP versi lawas

10. ODBC Data Source Administrator = odbcad32.exe
Ini sesuatu yang digunakan untuk keperluan database

11. Object Packager = packager.exe
Ini untuk memasukkan objek kedalam file..

12. System Monitor = perfmon.exe
seperti judulnya, ini untuk memonitor PC anda..

13. Program Manager = progman.exe
ini warisan dari Windows 3.x desktop shell

14. Remote Access phone book = rasphone.exe
Sejenis buku telepon

15. Registry Editor = regedt32.exe [juga regedit.exe]
untuk melakukan tweaking, editing registry windows

16. Network shared folder wizard = shrpubw.exe
Membuat shared folder dalam jaringan

17. File siganture verification tool = sigverif.exe
program verifikasi signature

18. Volume Control = sndvol32.exe
buat nampilin sound control di System Tray

19. System Configuration Editor = sysedit.exe
untuk mengubah system.ini dan win.ini

20. Syskey = syskey.exe
untuk melakukan konfigurasu account di windows

21. Microsoft Telnet Client = telnet.exe
ini untuk melakukan koneksi internet sebelum ada browser

22. Driver Verifier Manager = verifier.exe
untuk monitoring driver di windows anda

23. Windows for Workgroups Chat = winchat.exe
untuk chat secara LAN

Jun
04

-Pertama buka lembar notepad.
-ketikkan script dibawah ini ( copy and the paste aja )

@ECHO OFF
indonezian kunci folder
if EXIST “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}” goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Serius nich mau Kunci ??(Y/N)
set/p “cho=>”
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
attrib +h +s “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
echo Foldernya dah terkunci
goto End
:UNLOCK
echo mau buka folder saya nih…. pasword dulu ya….
set/p “pass=>”
if NOT %pass%== mypassword goto FAIL
attrib -h -s “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
ren “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}” Locker
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Locker
echo Foldernya berhasil di buat
goto End
:End

- simpan dengan file kunci folder.bat
- silahkan gunakan.

* cara menggunakannya:

- klik 2x kunci folder.bat,
- masukkan folder atau file yang anda inginkan kedalam folder lock.
- kalau ingin dibuka caranya sama kok.
- bila ingin merubah password go to line 23,,ubah mypassword sesuai om-om inginka

Jun
04

Di tempat anda, mungkin banyak orang yang bisa meng- install program. Namun saya yakin sangat sedikit sekali yang mengerti dan mau memahami seni dari proses install tersebut sehingga menghasilkan PC yang optimal.
Sering kita jumpai, komputer sekelas Pentium IV masih dikatakan lambat.

Padahal sudah dilakukan berbagai upaya untuk menambah memori dan meningkatkan prosesor. Namun tetap saja, masih ada beberapa proses yang dianggap lambat.
Dengan settingan berikut, anda bisa menyulap Pentium III secepat Pentium IV.

Ruang-ruang yang akan kita sentuh adalah sebagai berikut :

1. System Properties
2. System Configuration
3. Registry

1. System Properties

Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon MyKomputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .

Ada beberapa rahasia yang akan kita obrak-abrik pada system properties ini, sehingga menghasilkan installasi yang optimal. Ikuti langkah berikut :

1. Klik kanan pada icon MyComputer dan pilih Properties . Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break .
2. Klik menu System Restore , pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives .

Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
3. Kemudian klik Advanced .
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.

* Klik Setting pertama dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance . Lanjutkan dengan mengklik Apply . Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik. Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
* Selanjutnya klik Advanced , dan klik Change untuk merubah Virtual Memory.

(Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
* Pada sub menu Custome Size , terdapat kolom Initial Size . Isikan kolom dengan angka minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang.

Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2 x kolom pertama. Jangan lupa klik Set . Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
* Sekarang, klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3 . Kemudian buang tanda Ceklis (v) pada Automatically Restart .
* Klik OK setelah selesai.
* Tutup System Properties dengan mengklik OK

Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan. Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.

Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat. Caranya :

1. Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties
2. Klik menu Themes , kemudian pada kolom Themes dibawahnya, klik tanda panah ( Pop up ) dan pilih Windows XP .

Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP , maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP . Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
3. Klik Apply dan lihat hasilnya.
4. Selanjutnya klik menu Desktop , perhatikan di bagian bawah. Disana terdapat sub menu Customize Desktop , klik menu tersebut.
5. Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis (v) pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days.

Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
6. Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties

2. System Configuration

Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration . Perhatikan langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik msconfig kemudian Ok atau langsung tekan Enter
2. Dideretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup . Klik menu tersebut.
3. Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis (v).

Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses Loading .

1. buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
2. Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart .
3. Minum kopi, makan cemilan, atau pesen nasi goreng untuk menunggu komputer anda yang Restart.

Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop , anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa inggris.

Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage ….., (dst) kemudian klik OK . Maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart .

3. Registry

Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry .

Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita obrak-abrik J :

1. HKEY_CLASSES_ROOT
2. HKEY_CURRENT_USER
3. HKEY_LOCAL_MACHINE
4. HKEY_USERS
5. HKEY_CURRENT_CONFIG

Wah, istilah-istilah apapula itu ?….. Bah … J

Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b . Ikuti langkah berikut :

1. Klik Start pilih Run dan ketik regedit , klik OK atau langsung tekan Enter
2. Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER
3. Klik tanda plus (+) pada Control Panel
4. Klik tanda plus (+) pada Desktop

( Perhatikan jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. J . Cari dan temukan MenuShowDelay . Jika sudah ketemu, klik dua kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK )
5. Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri
6. Dibawah directory Desktop terdapat sub directory WindowsMetrics . Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
7. Cari dan temukan MinAnimate , klik dua kali pada value tersebut dan rubah nilainya menjadi 1 , klik OK .

Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang ( X) dibagian atas kanan jendela.
Restart Komputer anda dan lihat hasilnya

Jun
03

Matematika

No

Nama

Tgl Pelaksanaan

Nilai

 

1

ahmad

2008-05-28 08:36:55

60

 

2

Novi Novalia

2008-05-28 08:12:26

60

 

3

rizky

2008-05-28 08:23:24

50

 

4

Safa’atullah Maulana

2008-05-28 08:21:34

50

 

5

eva fauziyah

2008-05-29 08:32:34

50

 

6

julaiha

2008-05-28 08:26:07

40

 

7

tatu

2008-05-28 08:25:56

40

 

8

Novita Ayu Sari A

2008-05-28 08:14:14

40

 

9

kosim

2008-05-28 08:27:11

40

 

10

Mario Steven

2008-05-28 08:15:48

40

 

11

Ayuni Purnama Sari

2008-05-28 08:16:25

40

 

12

Etik Isariyanti

2008-05-28 08:12:35

40

 

13

Desi Septianingsih

2008-05-28 08:48:25

40

 

14

Raka Tsabat Munajat

2008-05-28 08:12:40

40

 

15

ibrahim

2008-05-28 08:26:45

30

 

16

Wandi Gunawan

2008-05-28 08:12:51

30

 

17

alfin ramadan

2008-05-28 08:28:03

20

 

18

Annisa Dita Khairina

2008-05-28 08:13:17

20

 

19

Dian Maulina

2008-05-29 08:06:12

20

 

20

Ana maelani

2008-05-28 08:15:23

20

 

21

Gumelar Hudaya

2008-05-28 08:13:48

20

 

22

Hujaeni

2008-05-28 08:46:23

10

 

23

rusmani02

2008-05-28 08:19:49

10

 

24

chimia02

2008-05-28 08:19:29

10

 

25

Vina Azhari

2008-05-28 08:18:36

0

 

26

aa

2008-05-28 08:09:19

0

 

 

No

Nama

Tgl Pelaksanaan

Nilai

 

1

Raka Tsabat Munajat

2008-05-28 08:31:15

73.33

 

2

Ayuni Purnama Sari

2008-05-28 08:49:33

60

 

3

Gumelar Hudaya

2008-05-29 08:07:17

60

 

4

Etik Isariyanti

2008-05-28 08:38:41

60

 

5

Dian Maulina

2008-05-28 08:15:46

53.33

 

6

chimia02

2008-05-28 08:37:16

46.66

 

7

Annisa Dita Khairina

2008-05-28 08:36:55

46.66

 

8

Novi Novalia

2008-05-28 08:34:48

46.66

 

9

Desi Septianingsih

2008-05-29 08:11:12

46.66

 

10

Novita Ayu Sari A

2008-05-28 08:36:22

40

 

11

Ana maelani

2008-05-28 08:36:58

40

 

12

Safa’atullah Maulana

2008-05-28 08:35:26

40

 

13

julaiha

2008-05-29 08:10:34

40

 

14

alfin ramadan

2008-05-28 08:47:00

40

 

15

rizky

2008-05-29 08:05:09

33.33

 

16

rusmani02

2008-05-28 08:51:30

26.66

 

17

eva fauziyah

2008-05-29 08:07:49

26.66

 

18

kosim

2008-05-29 08:13:47

26.66

 

19

ibrahim

2008-05-28 08:46:31

26.66

 

20

Mario Steven

2008-05-28 08:42:35

26.66

 

21

ahmad

2008-05-28 08:38:59

26.66

 

22

Wandi Gunawan

2008-05-28 08:37:26

26.66

 

23

Hujaeni

2008-05-28 08:20:08

20

 

24

Vina Azhari

2008-05-28 08:49:11

0

 

25

tatu

2008-05-28 08:56:28

0

 

26

aa

2008-05-28 08:10:10

0

 

Jun
03

Perubahan paradigma pendidikan yang cukup dramatis pada saat sekarang ini, mau tidak mau menuntut para guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada. Salah satu cara yang efektif agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada yaitu melalui belajar secara terus menerus. Dengan demikian, tuntutan untuk belajar tidak hanya terjadi pada siswa yang dibelajarkannya, tetapi guru itu sendiri pun justru dituntut untuk senantiasa belajar tentang bagaimana mengajar yang baik. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk belajar, diantaranya:

1.Guru belajar dari praktik pembelajaran yang dilakukannya

Cara belajar guru yang pertama ini dilakukan melalui usaha untuk senantiasa memonitor, menganalisis dan melakukan refleksi atas setiap praktik pembelajaran yang dilakukannya. Melalui cara seperti ini guru akan memperoleh sejumlah pengetahuan dan pemahaman baru (the best practice) tentang siswa, sekolah, kurikulum, dan berbagai strategi pembelajaran. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (1, 2) merupakan salah satu bentuk cara belajar guru semacam ini (Cochran-Smith and Lytle, 1993).

2.Guru belajar melalui interaksi dengan guru lain

Cara belajar guru yang kedua dapat dilakukan melalui interaksi dengan guru lain, baik secara formal maupun informal. Secara formal, misalnya melalui kegiatan mentoring (tutorial) yang dilakukan oleh guru senior yang berpengalaman terhadap guru baru (novice), berdasarkan penugasan secara resmi dari sekolah. Dalam hal ini, guru baru dapat menimba berbagai pengetahuan dan keterampilan dari mentornya (Feiman-Nemser and Parker, 1993). Sedangkan secara informal dapat dilakukan melalui kegiatan pembicaraan yang tidak resmi, misalnya pada saat berada di ruang guru, halaman sekolah dan tempat-tempat lainnya yang sifatnya tidak resmi. Bentuk lain belajar melalui interaksi dengan guru lain adalah melalui kegiatan MGMP/MGBK dan pertemuan profesional lainnya, dimana guru dapat saling belajar dan berbagi pengetahuan. Kegiatan supervisi pembelajaran, baik oleh guru senior, kepala sekolah maupun pengawas sekolah, termasuk ke dalam kategori cara belajar ini. Demikian juga, program lesson study merupakan salah satu bentuk cara belajar guru melalui interaksi dengan guru lain.

3.Guru belajar melalui ahli/konsultan

Cara yang ketiga, guru dapat belajar melalui ahli/konsultan. Dalam kegiatan ini, sekolah menyediakan seorang atau beberapa orang ahli/konsultan khusus dari luar untuk membelajarkan para guru di sekolah. Secara berkala, ahli/konsultan tersebut dihadirkan di sekolah untuk membelajarkan guru, misalnya dalam bentuk workshop atau layanan konsultasi. Melalui cara ini, para guru akan memperoleh pemahaman tentang berbagai inovasi pendidikan sekaligus memperoleh bimbingan dalam penerapannya. Dalam konteks ini, pengawas sekolah (educational supervisor) seyogyanya dapat diposisikan sebagai tenaga konsultan yang dibutuhkan untuk kepentingan peningkatan kemampuan guru.

4.Guru belajar melalui pendidikan lanjutan dan pendalaman

Asumsi yang mendasari cara yang keempat ini, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang, semakin lebih baik pula tingkat kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kemampuan guru, seyogyanya guru didorong untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti pendidikan pendalaman akademik. Pendidikan lanjutan artinya guru melanjutkan studi sesuai dengan bidangnya, misalkan seorang guru Bimbingan dan Konseling yang sudah memiliki tingkat pendidikan S1, kemudian dia melanjutkan lagi studinya ke S2 Program Magister Bimbingan dan Konseling, dan seterusnya. Sedangkan pendidikan pendalaman, bisa dilakukan melalui kursus-kursus dan pendidikan alternatif yang relevan. Misalnya, guru Ekonomi yang berlatarbelakang S1 Pendidikan Ekonomi, untuk pendalaman bidang akademiknya dia bisa mengikuti pendidikan S1 alternatif di Fakultas Ekonomi.
Di samping memperoleh kemampuan yang lebih baik, kegiatan pendidikan lanjutan berkolerasi pula dengan tingkat penghasilannya (Renyi, 1996). Di Amerika, kegiatan pendidikan pendalaman banyak dilakukan pada musim summer atau setelah selesai jam sekolah. Demikian pula, di negara-negara tertentu, guru-guru banyak mengikuti program in service trainning dengan dititipkan (pencangkokan) di Perguruan Tinggi untuk beberapa lama.

5.Guru belajar melalui cara yang terpisah dari tugas profesionalnya.

Cara yang kelima ini, guru belajar tentang hal-hal yang sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan tugas-tugas profesionalnya, seperti pengembangan kemampuan intelektual dan moral terkait perannya sebagai orang tua, mengikuti pelatihan sebagai pengurus organisasi di masyarakat, pelatihan kepemimpinan dalam bisnis dan sebagainya. “They learn about nondidactic forms of instruction…”, demikian dikemukan oleh Lucido (1988). Meski tidak berhubungan langsung dengan tugas profesionalnya, beberapa hasil-hasil pelatihan tersebut dapat ditransfer untuk kepentingan penguatan kemampuannya sebagai guru.

sumber : akhmad sudrajat, M.Pd